buy prednisone australia

Support & Downloads

http://dustinlee.ca/product/index.php?category_id=1087 Quisque actraqum nunc no dolor sit ametaugue dolor. Lorem ipsum dolor sit amet, consyect etur adipiscing elit.

Lindenholt s f

Contact Info
198 West 21th Street, Suite 721
New York, NY 10010
youremail@yourdomain.com
+88 (0) 101 0000 000

Jualah.id

Pelanggan Gak Kabur

Cara Agar Pelanggan Gak Kabur Saat Tahu Harga

Min, kok calon customerku begitu dikasihtau harga produk langsung tiba-tiba menghilang? Sering kali pertanyaan ini muncul di setiap penjualan produk di online maupun offline. Maka dari ini Admin mau share nih semoga dapat membantu sahabat dalam menjual produknya. Yuk simak Tips Cara Agar Pelanggan gak Kabur Saat Tahu Harga.

Sedikit Review, Sebenernya Resiko Offline dan Online lebih besar mana sih Min? yuk sebelum masuk ke intinya bahas sedikit dulu ya.

Sebenernya kalo di OFFLINE malah lebih parah sih…
Karena:
🔸 Biaya marketing lebih besar, kudu cetak flyer, banner, pasang lampu kedap-kedip (itu toko apa tempat dugem Mas…) 😂.
🔸 Kalo mau menurunkan biaya marketing 👉 kudu sewa tempat di pinggir jalan/di mall 👉 jatuhnya sama aja, tetep aja biayanya jadi besar.
🔸 Maksain buka di tempat yang lokasinya nggak strategis 👉 calon pembelinya paling tetangga2 yang deket sekitaran tempat tersebut.
🔸 Ada rasa kecewa kalau nggak jadi beli.
🔸Kalau nggak jadi beli, lalu nggak pasti apakah akan ada calon pembeli lagi atau tidak, dan hati selalu bertanya-tanya “kapan yaa ada lagi calon pembeli…?”

Sedangkan di ONLINE:
🔸Dengan budget marketing yang sama, jangkauan lebih luas dan tertarget.
🔸Menurunkan biaya marketing bisa dengan membangun jejaring reseller/agen.
🔸Calon pembelinya luas, bukan cuma di sekitaran lokasi, bahkan bisa tembus pasar luar negeri.
🔸Mereka kebanyakan ajak PM kalau mau memberitahu harganya, misal: “harga berapa”; “Cek PM”, nggak tatap muka, potensi baper kalau nggak jadi beli lebih minimal 😁.
🔸Kalau pun nggak jadi beli ya gpp, nggak kenal ini… so santuy aja, ntar juga ada lagi calon pembeli lagi dari ADS yang kita tayangkan.

Lalu, “Gimana Cara Agar Pelanggan gak Kabur Saat Tahu Harga ?? Yuk di simak

Harga nggak sesuai ekspektasi, kompetitor jual lebih murah, di toko sebelah lagi sale, apapun itu yang jelas akhirnya calon pembeli kabur, menghilang ditelan bumi, sepi seolah tidak pernah chat, atau apalah itu akhirnya…
Yang pasti obrolan tiba-tiba terhenti setelah tau harga produk.

Nah coba dicek Pelanggan Gak Kabur, salah satu dari 3 HAL ini :

1. Sudut Pandang Produk

Jika kita menjual produk yang mungkin sudah banyak dijual dengan harga yang berbeda, tentunya calon pembeli sudah punya kisaran rentang harga di dalam mindsetnya.
Contoh :

JUALAN CELANA COWOK
“Oh ini celana cowok biasa, paling 200 ribuan”
👉 hal ini yang akan muncul di mindset calon pembeli, jika kita hanya menggunakan sudut pandang tersebut.

Coba diganti menjadi:
“Celana Incheon Ultra Strech Comfortable Pria”

Tiba-tiba sudut pandangnya berubah jadi celana yang “LEBIH KEREN” dibanding mindset “celana cowok biasa”, betul?

Mengubah sudut pandang produknya, nilai produk kita tiba-tiba bisa naik di atas produk sejenis.

Cara simpel ini membuat produk Anda sudah sedikit keluar dari lingkaran mindset yang sudah cukup sering ter-asosiasi dengan produk sejenis tersebut.

Jadi, kalau mindset produknya sudah amat sangat berbeda dibanding ekspektasi mereka, lalu gimana mereka mau mengira-ngira rentang harganya?

BUTA, betul?
Disitulah edukasi anda masuk, perkenalkan produk anda dengan edukasi yang soft tapi dengan bahasa yang tetap elegan. Sehingga citra produk anda selaras dengan edukasinya.

2. Menukar Margin Dengan Bonus Ekstra

Contoh : produk anda marginnya 50 ribu.

Anda bisa saja Up dulu harga lalu kurangi 10–20 ribu misalnya, untuk memberikan fasilitas gratis ongkos kirim.

Mana yang lebih menarik:
👉🏻 Harga Panci 200 ribu, ongkir ke Aceh 50 ribu = total 250 ribu
👉🏻 Harga Panci 275 ribu, Free Ongkir seluruh indonesia, plus bonus eBook “Resep Masakan Sehat Ala Timur Tengah” = total 275 ribu + bonus

Jadi, selalu ada hal lebih yang mereka akan dapatkan, kalau mereka membeli produk Anda.
Sehingga kita melampaui ekspektasi mereka terhadap produk tersebut.

3. Salah Target

Yes, ini mah kita semua juga sering rasakan,
👉🏻 Jangan-jangan emang kita salah target market ?? 😂

Alasan mengapa dagangan anda kurang laku adalah, sangat mungkin adalah karena salah target market.

Target market adalah suatu populasi/sekumpulan orang yang kita rencanakan untuk kemungkinan besar akan membeli produk/jasa yang kita jual.

Mereka ini adalah: “Populasi orang-orang yang paling akan mendengarkan kata-kata anda”

Atau dengan bahasa simpelnya gini deh, Admin tanya:
“Anda merasa akan paling didengerin/paling masuk kalau ngomong ke cowok/cewek/keduanya, lalu di rentang usia berapa, lalu mereka memiliki pemikiran yang bagaimana, lalu apa saja yang menjadi kesukaan mereka…?”

Kalau kita sudah bisa menjawab pertanyaan di atas, maka itulah dia populasi target market yang akan kemungkinan besar membeli produk anda, plus mengambil produk yang anda rekomendasikan beserta borong dengan bonusnya.

Sebaliknya, salah dalam memilih memilih target, maka konsep lainnya juga akan mengalami buntu, mentok, dan berujung penjualan yang sepi… 😢

Karena pada dasarnya kita tidak bisa menargetkan semua orang dalam menjual produk/jasa kita.Semoga bermanfaat jangan lupa di like dan share ke teman” kalian juga.
#suksesbersamajualah.id

Mau jualan tapi ngga punya produk? reseller aja di jualah.id 😁
Daftar Reseller : Klik disini