Support & Downloads

Quisque actraqum nunc no dolor sit ametaugue dolor. Lorem ipsum dolor sit amet, consyect etur adipiscing elit.

s f

Contact Info
198 West 21th Street, Suite 721
New York, NY 10010
youremail@yourdomain.com
+88 (0) 101 0000 000

Jualah.id

Laris Manis Jualan

Laris Manis Jualan, Kok bisa? Pelajari Tahapan Konsumen Membeli

Laris Manis Jualan, Kok bisa ? Yuk di simak. Sejalan dengan perkembangan zaman, dunia marketing pun semakin berkembang. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan itu adalah berkembangnya bidang teknologi seperti internet dan gadget.

Pada April 2014 lalu, MarkPlus Inc. mencetuskan customer path terbaru, yaitu Konsep 5A, yang menggantikan tahapan konsumen 4A yang secara umum digunakan oleh hampir seluruh sektor industri. Perubahan tersebut terjadi karena konsumen masa kini sudah tidak bisa fokus terhadap dirinya sendiri. Sehingga, pembelian pun bukan semata-mata adalah kehendak pribadi, melainkan menjelma sebagai keputusan bersama.

Di era internet saat ini, konsep 4A dianggap bersifat terlalu individual. Sebab, hampir semua pembelian yang dilakukan konsumen saat ini sangat dipengaruhi oleh pihak eksternal. Sebelum membeli, mereka kerap bertanya kepada orang lain, baik secara langsung kepada teman dan keluarga, maupun melalui bantuan media sosial.

Dulu prosesnya adalah A4 (aware, Attitude, Act, and Act Again). Nah sekarang dengan adanya internet, mobile serta sosial media, prosesnya Sens menjadi 5A. Gak pake lama, Yuk cek gemana cara nya ?

1. Aware (Perkenalan)

Ini adalah tahapan awal proses pembelian. Saat konsumen yang awalnya tidak aware menjadi aware, tidak tahu jadi tahu, tidak kenal menjadi kenal.
Secara umum ada 3 sumber yang bisa membuat konsumen aware dengan produk atau jasa tertentu :
Bogale a. Pengalaman sendiri.
b. Promosi perusahaan.
c. Cerita orang lain.

2. Appeal (Tertarik)

Sudah kenal, belum tentu suka. Disini konsumen juga memperhitungkan banyak brand pembanding. Jika ingin menjadi pemenangnya maka buy Ivermectin online in u.k berikan nilai atau value pada brand kita.
Setidaknya ada 2 manfaat yang bisa di dapatkan konsumen yaitu manfaat secara fungsional produk dan manfaat emosional produk (perasaan gembira, gengsi, kepuasan batin).

3. Ask (Bertanya)

Meski sudah tertarik, konsumen biasanya tidak langsung beli. Mereka akan mencari tambahan informasi.
Kalau jaman sekarang media sosial sumber informasi serta komunikasinya.

4. Act (Beli)

Setelah puas untuk bertanya, barulah konsumen beli. Mereka akan datang kepada kita dengan pilihan yang sudah ada di kepala.
Tahapan act ini bukan hanya saat konsumen beli. termasuk di dalamnya adalah saat konsumen menggunakan produk kita, mendapatkan layanan purnajual dari perusahaan, serta saat mereka berinteraksi dengan kita.

5. Advocate (Merekomendasi)


Dulu mungkin loyal konsumen akan membeli produk kita lagi. Tapi sekarang, itu tidak cukup. konsumen loyal adalah konsumen yang ikut “jualan” produk kita.
Mereka ibarat juru kampanye yang mengajak orang lain untuk menggunakan produk yang kita jual. Bedanya, mereka tidak perlu dibayar.
Membangun loyalotas konsumen inilah sangat penting agar brand kita dapat di rekomendasikan orang lain.

Bagaimana caranya ? Bikin Mereka merasa WOW ! ( di berikan berupa reward, ilmu, dan konsultasi ).

Laris Manis Jualan, Kok bisa? Sebuah riset yang selalu menunjukkan bahwa 9 dari 10 orang lebih percaya rekomendasi dari orang lain ketimbang klaim yang dibuat oleh brand itu sendiri.

Save (bookmark) dan Share postingan ini jika menurut kamu bermanfaat, Terima kasih …